Kamis, 09 Juni 2011
please check, web pertamaku
web ini membahas tentang sejarah olahraga drifting, trik mengendarai drift, berita seputar drift, dan galery foto mobil-mobil drift
CSS
CSS dan tabel
<HTML>
<HEAD>
<STYLE TYPE = "text/CSS">
<!--
TH {
font-weight : bold;
background-color: blue;
color : white; }
TR {
background-color: silver;
color: blue; }
-->
</STYLE>
</HEAD>
<BODY>
<TABLE>
<TR><TH>Bahasa German</TH><TH>Bahasa Indonesia</TH></TR>
<TR>
<TD>Danke</TD><TD>Terima Kasih</TD>
</TR>
<TR>
<TD>Lekker</TD><TD>Enak</TD>
</TR>
</TABLE>
</BODY>
</HTML>
Penggunaan atribut
<HTML>
<STYLE TYPE = "text/CSS">
<!--
#Tebal {
font-weight : bold;
color : blue; }
#Miring {
font-style : italic;
color: pink; }
-->
</STYLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>PANTUN</H1>
<H2 ID = "Miring">
An Administrator`s guide<BR>
to Open source security tools
</H2>
<H3 ID = "Tebal">
Scott Mann<BR>
155
Ellen L. Mitchell
</H3>
</BODY>
</HTML>
Penggunaan kelas
<HEAD>
<STYLE TYPE = "text/CSS">
<!--
.kapital { text-transform: uppercase; }
.kecil { text-transform: lowercase; }
.garis_bawah { text-decoration: underline; }
-->
</STYLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>KELAS</H1>
<H2 CLASS = "kapital">Tes, Tes, 123</H2>
<H3 CLASS = "kecil">Tes, Tes, 123</H3>
<P CLASS = "garis_bawah">
Tes, Tes, 123
</P>
</BODY>
</HTML>
Penggunaan Style sheet eksternal
/* ------------------------------------
Berkas: styleku.css
------------------------------------ */
BODY { background-color: blue;
color: white; }
.miring { font-style: italic; }
#besar { font-size: 39pt; }
<HTML>
<HEAD>
<LINK REL = "STYLESHEET" TYPE = "text/css" HREF = "styleku.css">
</HEAD>
<TITLE>Contoh Style Eksternal</TITLE>
<BODY>
Fakultas Teknologi Informasi
<P ID = "besar" CLASS = "miring">
Universitas Kristen Maranatha
</P>
</BODY>
</HTML>
Penggunaan ID dan CSS
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
<STYLE TYPE="TEXT/CSS">
#satu {FONTSTYLE:
ITALIC;
COLOR:BLUE;
BACKGROUNDCOLOR:
PINK;}
#dua {TEXTDECORATION:
UNDERLINE;
FONTFAMILY:
ARIAL;
COLOR:RED;}
</STYLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1 ID="satu">Header1 Style satu</H1>
<H1 ID="dua">Header1 Style dua</H2>
<P ID="satu">
Paragraf ini menggunakan
style dua looo....
</P>
</BODY>
</HTML>
Penggunaan CLASS dan CSS
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
<STYLE TYPE="TEXT/CSS">
#satu {FONTSTYLE:
ITALIC;
COLOR:WHITE;
BACKGROUNDCOLOR:
BLACK;}
.dua { TEXTDECORATION:
UNDERLINE;
FONTFAMILY:
ARIAL;
BORDERSTYLE:
DASHED;
BORDERCOLOR:
RED;}
</STYLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1 ID="satu">Header1 ID satu</H1>
<H1 CLASS="dua">Header1 CLASS dua</H2>
<P ID="satu" CLASS="dua">
Paragraf ini menggunakan
ID satu dan Class dua lhooo..
</P>
</BODY>
</HTML>
Contoh CSS Pembuatan halaman skor pertandingan
<html>
<head>
<style type="text/css">
th{text-align:center; color:#0099FF; background-color:#000000}
td{font-family:Comic Sans MS; font-weight:bold; color:#CC3366; text-align:center}
td#1{background-color:#33FF00; color:#FF0000}
td#2{background-color:#FFFF33; color:#0033FF}
156
td#3{text-align:right; background-color:#0000FF}
td#4{text-align:left; background-color:#0000FF; color:#FF00FF}
</style>
</head>
<body>
<table border="0" align="center" width="50%" cellpadding="0" cellspacing="0">
<th colspan="2">Pertandingan Bola</th>
<tr>
<td colspan="2">Persik - Brazil</td>
</tr>
<tr>
<td id="1">3</td>
<td id="2">2</td>
</tr>
<tr>
<td id="3">Stadion</td>
<td id="4">Manahan Solo</td>
</tr>
</table>
</body>
</html>
Untuk Melihat Code-code CSS lain berikut link CSS properties :
CSS Properties
<HTML>
<HEAD>
<STYLE TYPE = "text/CSS">
<!--
TH {
font-weight : bold;
background-color: blue;
color : white; }
TR {
background-color: silver;
color: blue; }
-->
</STYLE>
</HEAD>
<BODY>
<TABLE>
<TR><TH>Bahasa German</TH><TH>Bahasa Indonesia</TH></TR>
<TR>
<TD>Danke</TD><TD>Terima Kasih</TD>
</TR>
<TR>
<TD>Lekker</TD><TD>Enak</TD>
</TR>
</TABLE>
</BODY>
</HTML>
Penggunaan atribut
<HTML>
<STYLE TYPE = "text/CSS">
<!--
#Tebal {
font-weight : bold;
color : blue; }
#Miring {
font-style : italic;
color: pink; }
-->
</STYLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>PANTUN</H1>
<H2 ID = "Miring">
An Administrator`s guide<BR>
to Open source security tools
</H2>
<H3 ID = "Tebal">
Scott Mann<BR>
155
Ellen L. Mitchell
</H3>
</BODY>
</HTML>
Penggunaan kelas
<HEAD>
<STYLE TYPE = "text/CSS">
<!--
.kapital { text-transform: uppercase; }
.kecil { text-transform: lowercase; }
.garis_bawah { text-decoration: underline; }
-->
</STYLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>KELAS</H1>
<H2 CLASS = "kapital">Tes, Tes, 123</H2>
<H3 CLASS = "kecil">Tes, Tes, 123</H3>
<P CLASS = "garis_bawah">
Tes, Tes, 123
</P>
</BODY>
</HTML>
Penggunaan Style sheet eksternal
/* ------------------------------------
Berkas: styleku.css
------------------------------------ */
BODY { background-color: blue;
color: white; }
.miring { font-style: italic; }
#besar { font-size: 39pt; }
<HTML>
<HEAD>
<LINK REL = "STYLESHEET" TYPE = "text/css" HREF = "styleku.css">
</HEAD>
<TITLE>Contoh Style Eksternal</TITLE>
<BODY>
Fakultas Teknologi Informasi
<P ID = "besar" CLASS = "miring">
Universitas Kristen Maranatha
</P>
</BODY>
</HTML>
Penggunaan ID dan CSS
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
<STYLE TYPE="TEXT/CSS">
#satu {FONTSTYLE:
ITALIC;
COLOR:BLUE;
BACKGROUNDCOLOR:
PINK;}
#dua {TEXTDECORATION:
UNDERLINE;
FONTFAMILY:
ARIAL;
COLOR:RED;}
</STYLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1 ID="satu">Header1 Style satu</H1>
<H1 ID="dua">Header1 Style dua</H2>
<P ID="satu">
Paragraf ini menggunakan
style dua looo....
</P>
</BODY>
</HTML>
Penggunaan CLASS dan CSS
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
<STYLE TYPE="TEXT/CSS">
#satu {FONTSTYLE:
ITALIC;
COLOR:WHITE;
BACKGROUNDCOLOR:
BLACK;}
.dua { TEXTDECORATION:
UNDERLINE;
FONTFAMILY:
ARIAL;
BORDERSTYLE:
DASHED;
BORDERCOLOR:
RED;}
</STYLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1 ID="satu">Header1 ID satu</H1>
<H1 CLASS="dua">Header1 CLASS dua</H2>
<P ID="satu" CLASS="dua">
Paragraf ini menggunakan
ID satu dan Class dua lhooo..
</P>
</BODY>
</HTML>
Contoh CSS Pembuatan halaman skor pertandingan
<html>
<head>
<style type="text/css">
th{text-align:center; color:#0099FF; background-color:#000000}
td{font-family:Comic Sans MS; font-weight:bold; color:#CC3366; text-align:center}
td#1{background-color:#33FF00; color:#FF0000}
td#2{background-color:#FFFF33; color:#0033FF}
156
td#3{text-align:right; background-color:#0000FF}
td#4{text-align:left; background-color:#0000FF; color:#FF00FF}
</style>
</head>
<body>
<table border="0" align="center" width="50%" cellpadding="0" cellspacing="0">
<th colspan="2">Pertandingan Bola</th>
<tr>
<td colspan="2">Persik - Brazil</td>
</tr>
<tr>
<td id="1">3</td>
<td id="2">2</td>
</tr>
<tr>
<td id="3">Stadion</td>
<td id="4">Manahan Solo</td>
</tr>
</table>
</body>
</html>
Untuk Melihat Code-code CSS lain berikut link CSS properties :
CSS Properties
Java Script
Java Script
Dalam implementasinya, suatu kode program Java Script akan disisipkan pada suatu dokumen HTML dengan
menggunakan pasangan tag <SCRIPT> dan </SCRIPT> di atribut LANGUAGE dari tag <SCRIPT> akan
diberi nilai JavaScript.
<SCRIPT LANGUAGE=”JavaScript”>
...
...
...
</SCRIPT>
Dalam menuliskan kode program Java Script ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Java Script merupakan bahasa pemrograman yang bersifat case sensitive, artinya Java Script akan
membedakan penggunaan huruf besar dan huruf kecil. “DOCUMENT” akan lain artinya dengan
“document” ataupun “Document”.
2. Setiap statement / pernyataan dalam kode program Java Script selalu diakhiri dengan karakter “;” (titik
koma / semicolon).
Mencatak Teks
Dalam Java Script perintah yang digunakan untuk mencetak suatu teks pada dokumen HTML adalah
document.write(“pesannya”).
Untuk lebih jelasnya bisa melihat contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
document.write("<H1>Aksara Jawa</H1>");
</SCRIPT>
<I>Tulisan di atas dihasilkan oleh Java Script</I>
</BODY>
</HTML>
Memberi Komentar
Dalam menuliskan kode program adakalanya dibutuhkan untuk menuliskan suatu komentar ataupun
keterangan berkenaan dengan kode program tersebut, oleh karenanya dibutuhkan suatu mekanisme penulisan
komentar. Komentar itu sendiri akan diabaikan dan tidak akan dieksekusi / dijalankan oleh web browser.
Terdapat dua cara untuk menyertakan komentar dalam Java Script:
1. Menggunakan penanda //
Penanda // digunakan untuk menuliskan komentar dalam satu baris
2. Mengunakan pasangan penanda /* dan */
Pasangan penanda /* dan */ digunakan untuk menuliskan komentar yang lebih dari satu baris
Untuk lebih jelasnya bisa melihat contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
//ini adalah komentar dalam satu baris
document.write("<H1>Belajar Java Script itu menyenangkan</H1>");
/* ini adalah komentar
dengan jumlah baris
lebih dari satu
*/
</SCRIPT>
<I>Tulisan di atas dihasilkan oleh Java Script</I>
</BODY>
</HTML>
Tipe Data dan Deklarasi Variabel
Dalam Java Script terdapat tiga macam tipe data utama, yaitu tipe data String (kumpulan karakter), tipe data
bilangan / numerik, dan tipe data logika / boolean. Pada tipe data boolean akan mengenal dua buah nilai yaitu
true dan false.
Pendeklarasian variabel dalam Java Script ditandai dengan penggunaan kata kunci var dan diikuti dengan
nama variabel. Tipe data dari suatu variabel ditentukan oleh nilai yang diisikan ke dalam variabel tersebut dan
bukannya dideklarasikan secara eksplisit. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut ini:
<SCRIPT LANGUAGE=”JavaScript””>
var kota = ”bandung”; // deklarasi variabel bernama kota bertipe data string
var gaji = 0; // deklarasi variabel bernama gaji bertipe data integer
var ipk = 2.75; // deklarasi variabel bernama ipk bertipe data float
var status_cekal = false; // deklarasi variabel bernama status_cekal bertipe data boolean
</SCRIPT>
Operator Aritmatika
Operator aritmatika adalah operator yang digunakan untuk menangani /mengoperasikan suatu nilai bertipe
data numerik.
Berikut ini adalah daftar tipe data numerik:
operator keterangan contoh penggunaan
+ penjumlahan 3 + 7 menghasilkan nilai 10
2 + 5 menghasilkan nilai 7
pengurangan
9 – 3 menghasilkan nilai 6
6 – 2 menghasilkan nilai 4
* perkalian 2 * 3 menghasilkan nilai 6
4 * 5 menghasilkan nilai 20
/ pembagian 8 / 2 menghasilkan nilai 4
10 / 5 menghasilkan nilai 2
% modulus / sisa
pembagian
8 % 3 menghasilkan nilai 2
7 % 2 menghasilkan nilai 1
++ icrement / penaikan nilai
sebesar 1
x = 5
x ++
maka nilai variabel x saat ini adalah 6
decrement
/ penurunan
nilai sebesar 1
x = 8
x maka
nilai variabel x saat ini adalah 7
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Operasi Aritmatika</H1>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
var a, b, c;
a = 7; b = 4; c = 0;
document.write("nilai variabel a = " + a +"<BR>");
document.write("nilai variabel b = " + b +"<BR>");
c = a + b;
document.write("a + b = " + c + "<BR>");
c = a b;
document.write("a b
= " + c + "<BR>");
c = a * b;
document.write("a * b = " + c + "<BR>");
c = a / b;
document.write("a / b = " + c + "<BR>");
c = a % b;
document.write("a % b = " + c + "<BR>");
a++;
document.write("a++ maka nilai a sekarang adalah " + a + "<BR>");
a;
document.write("bmaka
nilai a sekarang adalah " + b);
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Operator Pemberian Nilai / Assignment
Operator penugasan / assignment adalah operator yang digunakan untuk memberikan / memasukkan nilai ke
dalam suatu variabel.
Berikut ini adalah daftar operator penugasan:
operator keterangan contoh
= nilai yang berada di sisi kanan akan
dimasukkan ke variabel di sisi kiri
x = 3
maka nilai variabel x saat ini adalah 3
+= nilai dari variabel yang berada di sisi
kiri akan ditambahkan dengan nilai
yang berada di sisi kanan
x = 5
x += 2
maka nilai variabel x saat ini adalah 7
=
nilai dari variabel yang berada di sisi
kiri akan dikurangkan dengan nilai
yang berada di sisi kanan
x = 6
x =
4
mana nilai variabel x saat ini adalah 2
*= nilai dari variabel yang berada di sisi
kiri akan dikalikan dengan nilai yang
berada di sisi kanan
x = 2
x *= 7
maka nilai variabel x saat ini adalah 14
/= nilai dari variabel yang berada di sisi
kiri akan dibagi dengan nilai yang
berada di sisi kanan
x = 24
x /= 8
maka nilai variabel x saat ini adalah 3
%= nilai dari variabel yang berada di sisi
kiri akan dimoduluskan dengan nilai
yang berada di sisi kanan
x = 7
x %= 3
maka nilai variabel x saat ini adalah 1
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Operasi Pemberian Nilai / Assignment</H1>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
var a;
a = 7;
document.write("a = 7 <BR>");
document.write("nilai variabel a = " + a + "<BR>");
a += 3;
document.write("a += 3<BR>");
document.write("nilai variabel a = " + a + "<BR>");
a =
5;
document.write("a =
5<BR>");
document.write("nilai variabel a = " + a + "<BR>");
a *= 4;
document.write("a *= 4<BR>");
document.write("nilai variabel a = " + a + "<BR>");
a /= 2;
document.write("a /= 2<BR>");
document.write("nilai variabel a = " + a + "<BR>");
a %= 4;
document.write("a %= 4<BR>");
document.write("nilai variabel a = " + a + "<BR>");
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Operator Pembanding / Comparison
Operator pembanding adalah operator yang digunakan untuk membandingkan dua buah nilai dan akan
menghasilkan nilai bertipe data boolean yaitu benar(true) atau salah (false).
Berikut ini adalah daftar operator pembanding / comparison
operator keterangan contoh
== akan menghasilkan nilai true bila kedua nilai yang
dibandingkan memiliki bobot yang sama
x = (4 == 2)
maka nilai variabel x saat ini adalah false
!= akan menghasilkan nilai true bika kedua nilai yang
dibandingkan memiliki bobot berbeda / tidak sama
x = (4 != 2)
maka nilai variabel x saat ini adalah true
> akan menghasilkan nilai true apabila nilai pertama
(nilai yang berada di sisi kiri) memiliki bobot lebih
besar dibandingkan nilai kedua (nilai yang berada di
sisi kanan)
x = (4 > 2)
maka nilai variabel x saat ini adalah true
< akan menghasilkan nilai true apabila nilai pertama
(nilai yang berada di sisi kiri) memiliki bobot lebih
kecil dibandingkan nilai kedua (nilai yang berada di
sisi kanan)
x = (4 < 2)
maka nilai variabel x saat ini adalah false
>= akan menghasilkan nilai true apabila nilai pertama
(nilai yang berada di sisi kiri) memiliki bobot lebih
besar atau sama dengan nilai kedua (nilai yang
berada di sisi kanan)
x = (4 >= 4)
maka nilai variabel x saat ini adalah true
<= akan menghasilkan nilai true apabila nilai pertama
(nilai yang berada di sisi kiri) memiliki bobot lebih
kecil atau sama dengan nilai kedua (nilai yang
berada di sisi kanan)
x = (4 <= 8)
maka nilai variabel x saat ini adalah true
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Operasi Pembandingan Nilai / Comparison</H1>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
var a, b, x;
a = 7; b = 15;
document.write("nilai variabel a = " + a + "<BR>");
document.write("nilai variabel a = " + b + "<BR><BR>");
x = (a==b);
document.write("x = (a==b)<BR>");
document.write("nilai variabel x = " + x + "<BR><BR>");
x = (a>b);
document.write("x = (a > b)<BR>");
document.write("nilai variabel x = " + x + "<BR><BR>");
x = (a<b);
document.write("x = (a < b)");
document.write("nilai variabel x = " + x + "<BR><BR>");
x = (a>=b);
document.write("x = (a > =b)<BR>");
document.write("nilai variabel x = " + x + "<BR><BR>");
x = (a<=b);
document.write("x = (a < =b)<BR>");
document.write("nilai variabel x = " + x + "<BR><BR>");
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Operator Logika
Operator logika adalah operator yang digunakan untuk mengoperasikan nilainilai
bertipe data boolean yang
bernilai true atau false.
Berikut ini adalah daftar operator logika
operator keterangan contoh
&& operator and, operator ini akan menghasilkan nilai
false bila di antara nilainilai
yang dioperasikan
terdapat nilai false
x = (3<7) && (4>7)
maka nilai variabel x saat ini adalah false
|| operator or, operator ini akan menghasilkan nilai true
bila di antara nilainilai
yang dioperasikan terdapat
nilai true
x = (3<7) || (4>7)
maka nilai variabel x saat ini adalah true
! operator not, operator ini akan menghasilkan nilai true
bila nilai yang dioperasikan bernilai false dan akan
menghasilkan nilai false bila nilai yang dioperasikan
bernilai true
x = !(3<7)
maka nilai variabel x saat ini adalah false
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Operasi Logika</H1>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
var x;
x = (7>4) && (5<9);
document.write("x = (7 > 4) && (5 < 9)<BR>");
document.write("nilai variabel x = " + x + "<BR><BR>");
x = (9>12) || (8<3);
document.write("x = (9 > 12) || (8 < 3)<BR>");
document.write("nilai variabel x = " + x + "<BR><BR>");
x = !(9<4);
document.write("x = !(9 < 4)<BR>");
document.write("nilai variabel x = " + x);
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Operasi Penggabungan String
Seperti pernah dijelaskan sebelumnya bahwa nilai bertipe data string merupakan nilai yang terdiri dari
sekumpulan karakter sehingga membentuk suatu nilai berupa kata ataupun kalimat tertentu. Untuk nilainilai
bertipe data string terdapat suatu operator yang berguna untuk menggabungkan nilai string. Operator ini
dikenal dengan nama operator penggabuungan string yang dituliskan dengan penanda +.
Apabila suatu nilai bertipe data string dijumlahkan dengan nilai bertipe data numerik maka secara otomatis
nilai bertipe data numerik tersebut akan dikonversi menjadi tipe data string sehingga pada akhirnya akan
dihasilkan suatu nilai bertipe data string.
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Operasi Penggabungan String</H1>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
var x;
x = "aksara" + "jawa";
document.write('x = "aksara" + "jawa"<BR>');
document.write('nilai variabel x = "' + x + '"<BR><BR>');
x += "kuno";
document.write('x += "kuno"<BR>');
document.write('nilai variabel x = "' + x + '"<BR><BR>');
x = "25" + "30";
document.write('x = "25" + "30"<BR>');
document.write('nilai variabel x = "' + x + '"<BR><BR>');
x = "15" + 7;
document.write('x = "15" + 7<BR>');
document.write('nilai variabel x = "' + x + '"');
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Konversi Tipe Data
Dalam pemrograman java script dimungkinkan untuk melakukan konversi / pengubahan tipe data.
Tipe data yang memungkinkan untuk dikonversi adalah tipe data string ke tipe data numerik.
Ada dua fungsi yang bisa digunakan untuk mengkonversi suatu nilai bertipe data string ke numerik, Fungsi
yang pertama adalah fungsi parseInt() dan fungsi yang kedua adalah fungsi parseFloat().
Fungsi parseInt() digunakan untuk melakukan konversi dari tipe data string ke tipe data numerik berbentuk
bilangan bulat / integer.
Dan fungsi parseFloat() digunakan untuk melakukan konversi dari tipe data string ke tipe data numerik
berbentuk bilangan pecahan / floating point.
fungsi keterangan contoh
parseInt() digunakan untuk konversi dari tipe data string ke
tipe data numerik bilangan bulat / integer
a = “2.5”
x = 3 + parseInt(a);
maka nilai variabel x saat ini adalah 5
parseFloat() digunakan untuk konversi dari tipe data string ke
tipe data numerik bilangan pecahan / floating
point
a = “2.5”
x = 3 + parseFloat(a);
maka nilai variabel x saat ini adalah 5.5
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Konversi Tipe Data</H1>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
var a;
a = 3 + "3.7";
document.write('a = 3 + "3.7"<BR>');
document.write("nilai variabel a = " + a + "<BR><BR>");
a = 3 + parseInt("3.7");
document.write('a = 3 + parseInt("3.7")<BR>');
document.write("nilai variabel a = " + a + "<BR><BR>");
a = 3 + parseFloat("3.7");
document.write('a = 3 + parseFloat("3.7")<BR>');
document.write("nilai variabel a = " + a + "<BR><BR>");
a = parseInt("2.5") + parseInt("3.7");
document.write('a = parseInt("2.5") + parseInt("3.7")<BR>');
document.write("nilai variabel a = " + a + "<BR><BR>");
a = parseFloat("2.5") + parseInt("3.7");
document.write('a = parseFloat("2.5") + parseInt("3.7")<BR>');
document.write("nilai variabel a = " + a + "<BR><BR>");
a = parseFloat("2.5") + parseFloat("3.7");
document.write('a = parseFloat("2.5") + parseFloat("3.7")<BR>');
document.write("nilai variabel a = " + a + "<BR><BR>");
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Mengenal Statemen if
Statemen if digunakan untuk melakukan percabangan dalam melakukan eksekusi sejumlah statement.
Bentuk umum dari statement if yang paling sederhana adalah:
if (kondisi) {
//statementstatement
yang akan dieksekusi bila kondisi benar
}
Statement if tersebut adalah bentuk statement if yang paling sederhana di mana statementstatement
yang
berada di antara penanda kurung kurawal akan dieksekusi apabila kondisi yang dicek menghasilkan nilai true.
Apabila kondisi yang dicek ternyata menghasilkan nilai false, maka statementstatement
yang berada di antara
penanda kurung kurawal tersebut tidak akan dieksekusi.
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Statement if</H1>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
var x = 8;
document.write("nilai variabel x = " + x + "<BR>");
if (x> 0) {
document.write("x adalah bilangan positif");
}
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Mengenal Statement if ... else ....
Statement if ... else ... merupakan pengembangan dari bentuk statement if. Bentuk umum dari statement ini
adalah:
if (kondisi) {
//statementstatement
yang dieksekusi bila kondisi benar
} else {
statementstatement
yang dieksekusi bila kondisi salah
}
Pada statement ini terdapat dua blok kurung kurawal, di mana blok kurung kurawal pertama akan berisi
statementstatement
yang hanya akan dieksekusi apabila kondisi yang dicek menghasilkan nilai true,
sedangkan statemantstatement
pada blok kurung kurawal kedua akan diabaikan.
Apabila ternyata kondisi yang dicek menghasilkan nilai false maka statementstatement
pada blok kurung
kurawal pertama tidak akan dieksekusi melainkan statementstatement
pada kurung kurawal kedua lah yang
akan dieksekusi.
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Statement</H1>
<H1>if ... else ...</H1>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
var x = 11;
document.write("nilai variabel x = " + x + "<BR>");
if (x> 0) {
document.write("x adalah bilangan positif");
} else {
document.write("x adalah bilangan negatif");
}
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Mengenal Statement if ... else if ...
Statement if ... else if ... memungkinkan terjadinya pengecekan kondisi secara berlapis. Berikut ini adalah
bentuk umum dari statement if ... else if ...
if (kondisi1) {
//statementstatement
bila kondisi 1 benar
} else if (kondisi2) {
//statementstatement
bila kondisi 2 benar
} else {
//statementstatement
bila tsemua kondisi salah
}
Bentuk ini juga dikenal sebagai if bertingkat di mana terdapat beberapa kondisi yang akan dicek. Kondisi
kedua hanya akan dicek apabila kondisi pertama bernilai salah, kondisi ketiga juga hanya akan dicek apabila
kondisi pertama dan kedua bernilai salah, demikian seterusnya proses pengecekan kondisi berlangsung sampai
ditemui suatu kondisi yang bernilai benar. Apabila tidak ditemui satu kondisi pun yang bernilai benar maka
yang akan dieksekusi adalah statementstatement
yang berada pada blok else.
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Statement</H1>
<H1>if ... else if ...</H1>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
var x = 11;
document.write("nilai variabel x = " + x + "<BR>");
if (x > 0) {
document.write("x adalah bilangan positif");
} else if (x < 0) {
document.write("x adalah bilangan negatif");
} else {
document.write("x adalah bilangan nol");
}
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Mengenal Statement switch ... case ...
Statement switch ... case ... merupakan suatu bentuk statement alternatif untuk melakukan percabangan.
Statement ini sebenarnya merupakan bentuk ringkas dari statement if ... else if ...
Bentuk umum dari statement switch ... case ... adalah:
switch (variabel) {
case nilai_penguji1: //stamentstatement
pilihan 1
break;
case nilai_penguji2: //stamentstatement
pilihan 2
break;
default : //statementstatement
default
};
Statementstatement
pilihan 1 hanya akan dieksekusi bila didapati nilai variabel yang diuji sama dengan nilai
penguji 1, dan statementstatement
pilihan 2 pun hanya akan dieksekusi bila nilai dari variabel yang diuji sama
dengan nilai penguji 2, demikian seterusnya. Yang perlu diperhatikan di sini adalah di akhir penulisan
statementstatement
pada tiap pilihan harus diakhiri oleh statement break.
Apabila nilai dari variabel yang diuji tidak memiliki kesamaan dengan salah satu sari nilainilai
penguji yang
ada, maka statementstatement
yang akan dieksekusi adalah statementstatement
pada blok default.
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>switch ... case ...</H1>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
var hari = 5;
document.write("nilai variabel hari = " +
hari + "<BR>");
document.write("hari yang dipilih: ");
switch(hari) {
case 1: document.write("senin");
break;
case 2: document.write("selasa");
break;
case 3: document.write("rabu");
break;
case 4: document.write("kamis");
break;
case 5: document.write("jumat");
break;
case 6: document.write("sabtu");
break;
case 7: document.write("minggu");
break;
default: document.write("tidak terdaftar");
};
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Mengenal Operator ... ? ... : ...
Operator ... ? ... : ... digunakan untuk melakukan suatu proses percabangan sederhana. Operator ini biasa
digunakan untuk menyederhanakan statement if ... else ..., hanya saja pada operator ini hanya mampu
menangani satu statement untuk pengecekan kondisi yang menghasilkan nilai true dan satu statement untuk
pengecekan kondisi yang menghasilkan nilai false.
Bentuk umum dari penggunaan operator ... ? ... : ... adalah:
kondisi ? statement_kondisi_true : statement_kondisi_false;
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Operator ... ? ... : ...</H1>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
var x, hasil;
x = 2;
document.write("nilai variabel x = " + x + "<BR>");
hasil = (x>0) ? "positif" : “negatif";
document.write("x adalah bilangan " + hasil);
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Mengenal Statement while
Statement while merupakan salah satu statement yang bisa digunakan untuk melakukan suatu proses
perulangan / looping. Bentuk umum dari statement while adalah:
while (kondisi) {
//statementstatement
yang diulang
}
Statementstatement
yang berada di antara penanda kurung kurawal buka dan kurung kurawal tutup akan
diulang berkalikali
selama kondisi yang dicek menghasilkan nilai true. Proses perulangan akan berakhir ketika
didapati kondisi yang dicek menghasilkan nilai false.
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Statement while ...</H1>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
var a=4;
while(a>1) {
document.write("hello<BR>");
a;
}
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Mengenal Statement do ... while
Selain menggunakan statement while, proses perulangan / looping juga bisa dilakukan dengan menggunakan
statement do ... while. Bentuk umum dari statement do ... while adalah:
do {
//statementstatement
yang diulang
} while (kondisi);
Sedikit berbeda dengan statement while, pada statement do ... while pengecekan kondisi dilakukan di akhir
penanda kurung kurawal. Artinya statementstatement
yang berada di antara penanda kurung kurawal akan
dieksekusi terlebih dahulu baru kemudian dilakukan pengecekkan kondisi. Apabila kondisi yang dicek
menghasilkan nilai true maka statementstatement
tersebut akan dieksekusi kembali secara berulangulang
sampai ditemui hasil pengecekan kondisi yang menghasilkan nilai false.
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Statement do ... while</H1>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
var a=4;
do {
document.write("belajar<BR>");
a;
} while(a>1);
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Mengenal Statement for
Statement for juga merupakan salah satu statement yang bisa digunakan untuk melakukan perulangan /
looping. Bentuk umum dari statement for adalah:
for (inisialisasi; kondisi; penaikan_penurunan) {
//statementstatement
yang diulang
}
Statement for banyak digunakan untuk melakukan perulangan di mana banyaknya jumlah perulangan sudah
diketahui dengan pasti sebelumnya. Ini sialisasi dalam konteks for merupakan proses pemberian nilai awal
pada variabel pencacah. Variabel inilah yang akan selalu diuji nilainya pada bagian pengecekan kondisi.
Apabila hasil pengecekan kondisi bernilai benar maka statementstatement
yang berada di antara kurung
kurawal buka dan kurung kurawal tutup akan dieksekusi. Diakhir aksekusi statementstatement
tersebut, nilai
dari variabel pencacah tersebut akan mengalami proses penaikan ataupun penurunan. Setelah itu variabel ini
akan kembali dicek nilainya di bagian kondisi. Dan apabila didapati hasil true dari proses pengecakan tersebut
maka statementstatement
pada blok kurung kurawal akan kembali diulang. Dan demikian seterusnya proses
perulangan ini berlangsung sampai didapati nilai false dari hasil pengecekan kondisi.
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Statement for</H1>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
var a;
for(a=1;a<7;a++) {
document.write("semangat!!!<BR>");
}
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Mengenal Message Box
Dalam Java Script terdapat tiga macam message box standar, yaitu alert, confirm, dan prompt. Dalam
JavaScript ketiga message box ini merupakan bagian dari objek window.
Alert
Alert digunakan untuk menampilkan pesan / informasi yang sifatnya penting dan mendesak. Misalkan saja
informasi yang menyatakan bahwa suatu halaman web membutuhkan shcokwave player yang terinstal pada
web browser.
Bentuk umum dari message box alert adalah:
window.alert(pesan);
Untuk lebih jelasnya dapat mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>ALERT</H1>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
window.alert("JavaScript memang hebat");
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Confirm
Confirm digunakan untuk meminta konfirmasi dari pengunjung web. Nilai yang mampu ditampung oleh
message box ini adalah nilai true atau false. Kedua nilai ini dihasilkan dari penekanan tombol Ok atau Cancel.
Penekanan tombol Ok akan menghasilkan nilai true sedangkan penekanan tombol Cancel akan menghasilkan
tombol false.
Bentuk umum dari message box confirm adalah:
window.confirm(pertanyaan);
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>CONFIRM</H1>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
var komentar;
komentar = window.confirm("Apakah Anda vegetarian?");
if (komentar) {
document.write("Anda seorang vegetarian");
} else {
document.write("Anda bukan seorang vegetarian");
}
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Prompt
Prompt dapat digunakan untuk menampung nilai yang diinputkan oleh penunjung web.
Bentuk umum dari message box prompt adalah:
window.prompt(pesan, nilai_default);
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>PROMPT</H1>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
var nama;
nama = window.prompt("Masukkan nama Anda", "Mbah Boedy");
document.write("Selamat Datang " + nama);
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Mengenal function
Penggunaan function memungkinkan penulisan suatu kode program secara modular atau yang sering kali
disebut sebagai modular programming. Penulisan function pada JavaScript umumnya diletakkan pada bagian
HEAD dalam dokumen HTML.
Bentuk umum dalam penulisan function adalah:
function nama_function() {
//statementstatement
yang akan dieksekusi oleh function
}
Ketika suatu function ingin digunakan yang perlu dilakukan adalah memanggil nama functionnya.
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
function salam() {
document.write("<H1>Hallo Apa Kabar?</H1>");
}
</SCRIPT>
</HEAD>
<BODY>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
salam();
document.write("Header tersebut dihasilkan dari pemanggilan function salam");
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Suatu function juga bisa melewatkan suatu parameter ketika function tersebut dipanggil.
Bentuk umum penulisannya adalah:
function nama_function(parameter1, parameter2, ...) {
//statementstatement
yang akan dieksekusi oleh function
}
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
function penjumlahan(a, b) {
var c;
c = a + b;
document.write("hasil penjumlahannya = " + c);
}
</SCRIPT>
</HEAD>
<BODY>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
var x, y;
x = 4; y = 7;
document.write("nilai variabel x = " + x + "<BR>");
document.write("nilai variabel y = " + y + "<BR>");
penjumlahan(x, y);
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Suatu function juga bisa menghasilkan suatu nilai ketika function tersebut dipanggil. Untuk menjadikan
function yang dibuat dapat menghasilkan / mengembalikan suatu nilai ketika dipanggil, yang perlu dilakukan
adalah dengan menyertakan kata kunci return di depan nilai yang akan dikembalikan oleh function tersebut.
Berikut ini adalah bentuk umum penulisannya.
function nama_function() {
//statementstatement
yang akan dieksekusi oleh function
return nilai_kembali;
}
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
function perkalian(a, b) {
var c;
c = a * b;
return c;
}
</SCRIPT>
</HEAD>
<BODY>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
var x, y, z;
x = 4; y = 7;
document.write("nilai variabel x = " + x + "<BR>");
document.write("nilai variabel y = " + y + "<BR>");
z = perkalian(x, y);
document.write("x * y = " + z);
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Mengenal Event
Event adalah kejadian yang terjadi pada suatu halaman web. Kejadian ini bisa bermacammacam,
ada kejadian
penekanan tombol, kejadian pengubahan nilai pada textbox, dan bermacammacam
kejadian lainnya.
Kejadiankejadian
tersebut bisa diarahkan untuk memicu pemanggilan suatu function tertentu. Konsep
pemrograman di mana suatu function dipanggil berdasarkan suatu event tertentu dikenal dengan istilah event
handling programming.
Event onClick
Event onClick merupakan kejadian penekanan tombol mouse (click) pada komponen form. Kejadian ini bisa
berupa penekanan tombol, pemilihan checkbox maupun radio button, dan pemilihan suatu link, serta
penekanan tombol submit ataupun reset.
Pengaturan terhadap event ini dilakukan dengan menuliskan atribut onClick pada tag HTML yang
bersangkutan. Atribut ini dapat diberi nilai berupa nama function yang akan dipicu oleh event tersebut.
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
function salam() {
window.alert("Selamat Datang\n" + formku.nama.value);
}
</SCRIPT>
</HEAD>
<BODY>
<FORM NAME="formku">
<TABLE>
<TR><TD>Nama:</TD><TD><INPUT TYPE="TEXT" NAME="nama"></TD></TR>
<TR><TD></TD><TD><INPUT TYPE="BUTTON" VALUE="Proses" onCLick="salam()"></TD></TR>
</TABLE>
</FORM>
</BODY>
</HTML>
Dalam dokument HTML untuk membuat suatu tombol bebas (selain tombol submit dan reset) dapat
menggunakan tag <INPUT> dengan menyertakan atribut TYPE yang diberi nilai BUTTON.
Label pada tombol bisa diatur menggunakan atribut VALUE.
Untuk mengakses nilai yang tertampung dalam suatu komponen, yang perlu dilakukan adalah menyebutkan
nama form tempat komponen tersebut berada, selanjutnya baru sebutkan nama komponennya dan diakhiri
dengan kata kunci value. Penyebutan itu dilakukan dengan menyertakan tanda “.” (titik) sebagai pemisah.
Hal ini berlaku juga ketika JavaScript ingin menempatkan nilai yang dihasilkan ke dalam suatu komponen
dalam form HTML.
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
function penjumlahan(a, b) {
return (a + b);
}f
unction pengurangan(a, b) {
return (ab);
}
function perkalian(a, b) {
return (a * b);
}f
unction pembagian(a, b) {
return (a / b);
}
function sisa_bagi(a, b) {
return (a % b);
}f
unction proses() {
var p, q;
p = parseInt(form_hitung.x.value);
q = parseInt(form_hitung.y.value);
form_hitung.jumlah.value = penjumlahan(p,q);
form_hitung.kurang.value = pengurangan(p,q);
form_hitung.kali.value = perkalian(p,q);
form_hitung.bagi.value = pembagian(p,q);
form_hitung.modulus.value = sisa_bagi(p,q);
}
</SCRIPT>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Kalkulator Sederhana</H1>
<FORM NAME="form_hitung">
<TABLE>
<TR>
<TD>x = </TD>
<TD><INPUT TYPE="TEXT" NAME="x" SIZE="3"></TD>
</TR>
<TR>
<TD>y = </TD>
<TD><INPUT TYPE="TEXT" NAME="y" SIZE="3"></TD>
</TR>
<TR>
<TD>x + y =</TD>
<TD><INPUT TYPE="TEXT" NAME="jumlah" SIZE="3" READONLY></TD>
</TR>
<TR>
<TD>x y
=</TD>
<TD><INPUT TYPE="TEXT" NAME="kurang" SIZE="3" READONLY></TD>
</TR>
<TR>
<TD>x * y =</TD>
<TD><INPUT TYPE="TEXT" NAME="kali" SIZE="3" READONLY></TD>
</TR>
<TR>
<TD>x / y =</TD>
<TD><INPUT TYPE="TEXT" NAME="bagi" SIZE="3" READONLY></TD>
</TR>
<TR>
<TD>x % y =</TD>
<TD><INPUT TYPE="TEXT" NAME="modulus" SIZE="3" READONLY></TD>
</TR>
</TABLE>
<INPUT TYPE="BUTTON" VALUE="Hitung" onClick="proses()">
</FORM>
</BODY>
</HTML>
Atribut READONLY yang terdapat pada suatu textbox menjadikan nilai pada textbox tersebut tidak dapat
diubah lewat halaman web browser.
Selain atribut READONLY terdapat atribut lain yaitu atribut DISABLED yang berfungsi untuk menonaktifkan
suatu komponen form.
Event onLoad dan onUnLoad
Event onLoad berkaitan dengan kejadian pembukaan suatu file dokumen HTML ke dalam web browser
sedangkan event onUnLoad berkaitan dengan kejadian penutupan suatu file dokumen HTML oleh suatu web
browser. Kejadian penutupan file dokumen HTML yang dimaksud di sini bukan hanya penutupan web browser
tetapi lebih mengarah ke pergantian pembukaan file dokumen HTML. Contoh paling nyata dari kejadian ini
adalah ketika terjadi pemilihan link di mana web browser akan menutup file dokumen HTML yang saat ini
sedang dibuka dan kemudian membuka file dokumen HTML yang lain sesuai dengan yang disebutkan pada
atribut HREF pada link yang bersangkutan.
Baik event onLoad maupun event onUnLaod keduanya hanya dapat disertakan sebagai atribut pada tag
<BODY>.
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
nama file: hal1.html
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
function salam() {
window.alert("Selamat Datang");
}
function bye() {
window.alert("Selamat Tinggal");
}
</SCRIPT>
</HEAD>
<BODY onLoad="salam()" onUnload="bye()">
<H1>Mengenal Event onLoad dan onUnLoad</H1>
<A HREF="hal2.html">ke halaman2</A>
</BODY>
</HTML>
nama file: hal2.html
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
function salam() {
window.alert("Selamat Datang di halaman 2");
}
</SCRIPT>
</HEAD>
<BODY onLoad="salam()">
<H1>Halaman 2</H1>
</BODY>
</HTML>
1) Ketika file hal1.html dibuka oleh web browser
2) Ketika web browser ditutup
3) Ketika link dipilih
4) Ketika memasuki hal2.html
Event onFocus dan onBlur
Event onFocus berkaitan dengan kejadian mengarahkan fokus kursor ke suatu komponen form tertentu. Contoh
nyata dari kejadian ini adalah ketika melakukan pemindahan kursor ke dalam suatu textbox baik itu dilakukan
dengan menggunakan bantuan mouse ataupun menggunakan tombol tabulasi pada keyboard.
Sedikit berbeda dengan event onFocus, event onBlur berkaitan dengan kejadian ketika kursor beralih
meninggalkan suatu komponen form tertentu.
Baik event onFocus maupun event onBlur keduanya bisa diimplementasikan pada komponen textbox dan text
area.
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
function fokus_nama() {
window.alert("fokus pada nama");
}f
unction fokus_komentar() {
window.alert("fokus pada komentar");
}
function bye_nama() {
window.alert("meninggalkan nama");
}function bye_komentar() {
window.alert("meninggalkan komentar");
}
</SCRIPT>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Mengenal Event onFocus dan onBlur</H1>
<FORM NAME="formku">
<TABLE>
<TR>
<TD>Nama</TD>
<TD><INPUT TYPE="TEXT" NAME="nama" onFocus="fokus_nama()" onBlur="bye_nama()"></TD>
</TR>
<TR>
<TD>Komentar</TD>
<TD><TEXTAREA NAME="kometar" COLS="20" ROWS="5" onFocus="fokus_komentar()"
onBlur="bye_komentar()"></TEXTAREA></TD>
</TR>
</TABLE>
</FORM>
</BODY>
</HTML>
Event onChange
Event onChange merupakan suatu kejadian pengubahan nilai pada suatu komponen. Contoh nyata dari event
ini adalah pada kejadian pengisian atau pengubahan nilai pada textbox, text area, combo box, dan listbox.
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajadi contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
function ubah_nama() {
window.alert("Nama Anda " + formku.nama.value);
}
function ubah_kota() {
window.alert("Anda berada di kota " + formku.kota.value);
}
</SCRIPT>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Mengenal Event onChange</H1>
<FORM NAME="formku">
<TABLE>
<TR>
<TD>Nama</TD>
<TD><INPUT TYPE="TEXT" NAME="nama" onChange="ubah_nama()"></TD>
</TR>
<TR>
<TD>Kota</TD>
<TD><SELECT NAME="kota" onChange="ubah_kota()">
<OPTION VALUE="Jakarta">Jakarta</OPTION>
<OPTION VALUE="Bandung">Bandung</OPTION>
<OPTION VALUE="Jogja">Yogyakarta</OPTION>
</SELECT></TD>
</TR>
</TABLE>
</FORM>
</BODY>
</HTML>
Setekah melakukan pengubahan pada textbox nama Setelah melakukan pengubahan pada combo box kota
Event onSelect
Event onSelect berkaitan dengan kejadian pemilihan teks pada suatu komponen form seperti pemilihan teks
yang berada pada suatu textbox. Event ini bisa diterapkan pada textbox, textarea, combo box, dan list box.
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
function select_nama() {
window.alert("Anda memilih teks \n pada textbox nama");
}
function select_komentar() {
window.alert("Anda memilih teks \n pada textarea komentar");
}
</SCRIPT>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Mengenal Event onSelect</H1>
<FORM NAME="formku">
<TABLE>
<TR>
<TD>Nama</TD>
<TD><INPUT TYPE="TEXT" NAME="nama" onSelect="select_nama()"></TD>
</TR>
<TR>
<TD>Komentar</TD>
<TD>
<TEXTAREA NAME="komentar" COLS="20" ROWS="5" onSelect="select_kota()">
</TEXTAREA>
</TD>
</TR>
</TABLE>
</FORM>
</BODY>
</HTML>
Event onMouseOver dan onMouseOut
Event onMouseOver dan onMouseOut berkaitan dengan kejadian pergerakan kursor mouse pada suatu link.
Event onMouseOver terjadi ketika kursor mouse berada di atas suatu link sedangakan event onMouseOut
terjadi ketika cursor mouse bergerak meninggalkan suatu link.
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
function dekat() {
window.alert("Cursor Mouse Mendekat");
}f
unction jauh() {
window.alert("Cursor Mouse Menjauh");
}
</SCRIPT>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Mengenal Event onMouseOver dan onMouseOut</H1>
<A HREF="http://ubuntu.com" onMouseOver="dekat()" onMouseOut="jauh()"><IMG SRC="pic1.jpg"></A>
</BODY>
</HTML>
Mengenal Array
Bagi setiap orang yang pernah belajar suatu bahasa pemrograman tertetu pasti pernah mengenal konsep array.
Array sering kali digambarkan sebagai suatu variabel yang mampu menampung banyak nilai oleh kerenanya
sering kali juga dikenal dengan sebutan variabel array.
Deklarasi Array
Dalam JavaScript terdapat dua cara untuk mendeklarasikan suatu array.
Bentuk umum dari cara yang pertama adalah:
var nama_variabel_array = new Array(isi_array);
contoh:
var hobi = new Array(“memancing”,”membaca”,”melukis”,”menyanyi”);
Pada contoh tersebut dideklarasikan suatu variabel array bernama hobi. Varibel aray ini berisi nilainilai
bertipe data String, yaitu “memancing”,”membaca”,”melukis”,dan ”menyanyi”.
Pada cara pendeklarasian seperti ini suatu variabel array akan langsung diberi nilai awal dan ukuran dari
variabel array yang terbentuk akan disesuaikan dengan banyaknya nilai awal yang diisikan.
Bentuk umum dari cara yang kedua adalah:
var nama_variabel_array = new Array(ukuran);
contoh:
var negara = new Array();
Pada cara pendeklarasian kedua seperti di atas akan menghasilkan suatu variabel array bernama negara.
Yang menarik dari array yang dimiliki oleh Java Script adalah ukurannya yang dinamis. Dalam Java Script
seseorang yang ingin membuat suatu array tidak perlu menentukan ukuran array yang akan dibuat. Ukuran
array dalam Java Script akan secara otomatis menyesuaikan dengan jumlah data yang ditampung di dalamnya.
Untuk menyimpan data pada suatu array ataupun untuk mengakses data yang tersimpan di dalam suatu array
dapat dilakukan dengan menyebutkan nama array dan diikuti dengan index tempat data tersebut berada dalam
array yang bersangkutan.
Misalnya pada array negara akan dimasukkan datadata
negara: “indonesia”, “jepang”, “belanda”, dan
“malaysia”, maka dapat dilakukan dengan:
negara[0] = “indonesia”;
negara[1] = “jepang”;
negara[2] = “belanda”;
negara[3] = “malaysia”;
var coba = negara[1];
Pada contoh di atas, array negara dengan index 0 akan berisi data string “indonesia”, dan pada index 2 akan
berisi data string “belanda”.
Variabel coba pada contoh di atas akan berisi data yang dicopykan dari array negara index 1. Dengan kata lain
variabel coba pada contoh di atas akan berisi data string “jepang”.
Dalam implementasinya, suatu kode program Java Script akan disisipkan pada suatu dokumen HTML dengan
menggunakan pasangan tag <SCRIPT> dan </SCRIPT> di atribut LANGUAGE dari tag <SCRIPT> akan
diberi nilai JavaScript.
<SCRIPT LANGUAGE=”JavaScript”>
...
...
...
</SCRIPT>
Dalam menuliskan kode program Java Script ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Java Script merupakan bahasa pemrograman yang bersifat case sensitive, artinya Java Script akan
membedakan penggunaan huruf besar dan huruf kecil. “DOCUMENT” akan lain artinya dengan
“document” ataupun “Document”.
2. Setiap statement / pernyataan dalam kode program Java Script selalu diakhiri dengan karakter “;” (titik
koma / semicolon).
Mencatak Teks
Dalam Java Script perintah yang digunakan untuk mencetak suatu teks pada dokumen HTML adalah
document.write(“pesannya”).
Untuk lebih jelasnya bisa melihat contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
document.write("<H1>Aksara Jawa</H1>");
</SCRIPT>
<I>Tulisan di atas dihasilkan oleh Java Script</I>
</BODY>
</HTML>
Memberi Komentar
Dalam menuliskan kode program adakalanya dibutuhkan untuk menuliskan suatu komentar ataupun
keterangan berkenaan dengan kode program tersebut, oleh karenanya dibutuhkan suatu mekanisme penulisan
komentar. Komentar itu sendiri akan diabaikan dan tidak akan dieksekusi / dijalankan oleh web browser.
Terdapat dua cara untuk menyertakan komentar dalam Java Script:
1. Menggunakan penanda //
Penanda // digunakan untuk menuliskan komentar dalam satu baris
2. Mengunakan pasangan penanda /* dan */
Pasangan penanda /* dan */ digunakan untuk menuliskan komentar yang lebih dari satu baris
Untuk lebih jelasnya bisa melihat contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
//ini adalah komentar dalam satu baris
document.write("<H1>Belajar Java Script itu menyenangkan</H1>");
/* ini adalah komentar
dengan jumlah baris
lebih dari satu
*/
</SCRIPT>
<I>Tulisan di atas dihasilkan oleh Java Script</I>
</BODY>
</HTML>
Tipe Data dan Deklarasi Variabel
Dalam Java Script terdapat tiga macam tipe data utama, yaitu tipe data String (kumpulan karakter), tipe data
bilangan / numerik, dan tipe data logika / boolean. Pada tipe data boolean akan mengenal dua buah nilai yaitu
true dan false.
Pendeklarasian variabel dalam Java Script ditandai dengan penggunaan kata kunci var dan diikuti dengan
nama variabel. Tipe data dari suatu variabel ditentukan oleh nilai yang diisikan ke dalam variabel tersebut dan
bukannya dideklarasikan secara eksplisit. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut ini:
<SCRIPT LANGUAGE=”JavaScript””>
var kota = ”bandung”; // deklarasi variabel bernama kota bertipe data string
var gaji = 0; // deklarasi variabel bernama gaji bertipe data integer
var ipk = 2.75; // deklarasi variabel bernama ipk bertipe data float
var status_cekal = false; // deklarasi variabel bernama status_cekal bertipe data boolean
</SCRIPT>
Operator Aritmatika
Operator aritmatika adalah operator yang digunakan untuk menangani /mengoperasikan suatu nilai bertipe
data numerik.
Berikut ini adalah daftar tipe data numerik:
operator keterangan contoh penggunaan
+ penjumlahan 3 + 7 menghasilkan nilai 10
2 + 5 menghasilkan nilai 7
pengurangan
9 – 3 menghasilkan nilai 6
6 – 2 menghasilkan nilai 4
* perkalian 2 * 3 menghasilkan nilai 6
4 * 5 menghasilkan nilai 20
/ pembagian 8 / 2 menghasilkan nilai 4
10 / 5 menghasilkan nilai 2
% modulus / sisa
pembagian
8 % 3 menghasilkan nilai 2
7 % 2 menghasilkan nilai 1
++ icrement / penaikan nilai
sebesar 1
x = 5
x ++
maka nilai variabel x saat ini adalah 6
decrement
/ penurunan
nilai sebesar 1
x = 8
x maka
nilai variabel x saat ini adalah 7
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Operasi Aritmatika</H1>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
var a, b, c;
a = 7; b = 4; c = 0;
document.write("nilai variabel a = " + a +"<BR>");
document.write("nilai variabel b = " + b +"<BR>");
c = a + b;
document.write("a + b = " + c + "<BR>");
c = a b;
document.write("a b
= " + c + "<BR>");
c = a * b;
document.write("a * b = " + c + "<BR>");
c = a / b;
document.write("a / b = " + c + "<BR>");
c = a % b;
document.write("a % b = " + c + "<BR>");
a++;
document.write("a++ maka nilai a sekarang adalah " + a + "<BR>");
a;
document.write("bmaka
nilai a sekarang adalah " + b);
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Operator Pemberian Nilai / Assignment
Operator penugasan / assignment adalah operator yang digunakan untuk memberikan / memasukkan nilai ke
dalam suatu variabel.
Berikut ini adalah daftar operator penugasan:
operator keterangan contoh
= nilai yang berada di sisi kanan akan
dimasukkan ke variabel di sisi kiri
x = 3
maka nilai variabel x saat ini adalah 3
+= nilai dari variabel yang berada di sisi
kiri akan ditambahkan dengan nilai
yang berada di sisi kanan
x = 5
x += 2
maka nilai variabel x saat ini adalah 7
=
nilai dari variabel yang berada di sisi
kiri akan dikurangkan dengan nilai
yang berada di sisi kanan
x = 6
x =
4
mana nilai variabel x saat ini adalah 2
*= nilai dari variabel yang berada di sisi
kiri akan dikalikan dengan nilai yang
berada di sisi kanan
x = 2
x *= 7
maka nilai variabel x saat ini adalah 14
/= nilai dari variabel yang berada di sisi
kiri akan dibagi dengan nilai yang
berada di sisi kanan
x = 24
x /= 8
maka nilai variabel x saat ini adalah 3
%= nilai dari variabel yang berada di sisi
kiri akan dimoduluskan dengan nilai
yang berada di sisi kanan
x = 7
x %= 3
maka nilai variabel x saat ini adalah 1
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Operasi Pemberian Nilai / Assignment</H1>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
var a;
a = 7;
document.write("a = 7 <BR>");
document.write("nilai variabel a = " + a + "<BR>");
a += 3;
document.write("a += 3<BR>");
document.write("nilai variabel a = " + a + "<BR>");
a =
5;
document.write("a =
5<BR>");
document.write("nilai variabel a = " + a + "<BR>");
a *= 4;
document.write("a *= 4<BR>");
document.write("nilai variabel a = " + a + "<BR>");
a /= 2;
document.write("a /= 2<BR>");
document.write("nilai variabel a = " + a + "<BR>");
a %= 4;
document.write("a %= 4<BR>");
document.write("nilai variabel a = " + a + "<BR>");
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Operator Pembanding / Comparison
Operator pembanding adalah operator yang digunakan untuk membandingkan dua buah nilai dan akan
menghasilkan nilai bertipe data boolean yaitu benar(true) atau salah (false).
Berikut ini adalah daftar operator pembanding / comparison
operator keterangan contoh
== akan menghasilkan nilai true bila kedua nilai yang
dibandingkan memiliki bobot yang sama
x = (4 == 2)
maka nilai variabel x saat ini adalah false
!= akan menghasilkan nilai true bika kedua nilai yang
dibandingkan memiliki bobot berbeda / tidak sama
x = (4 != 2)
maka nilai variabel x saat ini adalah true
> akan menghasilkan nilai true apabila nilai pertama
(nilai yang berada di sisi kiri) memiliki bobot lebih
besar dibandingkan nilai kedua (nilai yang berada di
sisi kanan)
x = (4 > 2)
maka nilai variabel x saat ini adalah true
< akan menghasilkan nilai true apabila nilai pertama
(nilai yang berada di sisi kiri) memiliki bobot lebih
kecil dibandingkan nilai kedua (nilai yang berada di
sisi kanan)
x = (4 < 2)
maka nilai variabel x saat ini adalah false
>= akan menghasilkan nilai true apabila nilai pertama
(nilai yang berada di sisi kiri) memiliki bobot lebih
besar atau sama dengan nilai kedua (nilai yang
berada di sisi kanan)
x = (4 >= 4)
maka nilai variabel x saat ini adalah true
<= akan menghasilkan nilai true apabila nilai pertama
(nilai yang berada di sisi kiri) memiliki bobot lebih
kecil atau sama dengan nilai kedua (nilai yang
berada di sisi kanan)
x = (4 <= 8)
maka nilai variabel x saat ini adalah true
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Operasi Pembandingan Nilai / Comparison</H1>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
var a, b, x;
a = 7; b = 15;
document.write("nilai variabel a = " + a + "<BR>");
document.write("nilai variabel a = " + b + "<BR><BR>");
x = (a==b);
document.write("x = (a==b)<BR>");
document.write("nilai variabel x = " + x + "<BR><BR>");
x = (a>b);
document.write("x = (a > b)<BR>");
document.write("nilai variabel x = " + x + "<BR><BR>");
x = (a<b);
document.write("x = (a < b)");
document.write("nilai variabel x = " + x + "<BR><BR>");
x = (a>=b);
document.write("x = (a > =b)<BR>");
document.write("nilai variabel x = " + x + "<BR><BR>");
x = (a<=b);
document.write("x = (a < =b)<BR>");
document.write("nilai variabel x = " + x + "<BR><BR>");
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Operator Logika
Operator logika adalah operator yang digunakan untuk mengoperasikan nilainilai
bertipe data boolean yang
bernilai true atau false.
Berikut ini adalah daftar operator logika
operator keterangan contoh
&& operator and, operator ini akan menghasilkan nilai
false bila di antara nilainilai
yang dioperasikan
terdapat nilai false
x = (3<7) && (4>7)
maka nilai variabel x saat ini adalah false
|| operator or, operator ini akan menghasilkan nilai true
bila di antara nilainilai
yang dioperasikan terdapat
nilai true
x = (3<7) || (4>7)
maka nilai variabel x saat ini adalah true
! operator not, operator ini akan menghasilkan nilai true
bila nilai yang dioperasikan bernilai false dan akan
menghasilkan nilai false bila nilai yang dioperasikan
bernilai true
x = !(3<7)
maka nilai variabel x saat ini adalah false
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Operasi Logika</H1>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
var x;
x = (7>4) && (5<9);
document.write("x = (7 > 4) && (5 < 9)<BR>");
document.write("nilai variabel x = " + x + "<BR><BR>");
x = (9>12) || (8<3);
document.write("x = (9 > 12) || (8 < 3)<BR>");
document.write("nilai variabel x = " + x + "<BR><BR>");
x = !(9<4);
document.write("x = !(9 < 4)<BR>");
document.write("nilai variabel x = " + x);
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Operasi Penggabungan String
Seperti pernah dijelaskan sebelumnya bahwa nilai bertipe data string merupakan nilai yang terdiri dari
sekumpulan karakter sehingga membentuk suatu nilai berupa kata ataupun kalimat tertentu. Untuk nilainilai
bertipe data string terdapat suatu operator yang berguna untuk menggabungkan nilai string. Operator ini
dikenal dengan nama operator penggabuungan string yang dituliskan dengan penanda +.
Apabila suatu nilai bertipe data string dijumlahkan dengan nilai bertipe data numerik maka secara otomatis
nilai bertipe data numerik tersebut akan dikonversi menjadi tipe data string sehingga pada akhirnya akan
dihasilkan suatu nilai bertipe data string.
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Operasi Penggabungan String</H1>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
var x;
x = "aksara" + "jawa";
document.write('x = "aksara" + "jawa"<BR>');
document.write('nilai variabel x = "' + x + '"<BR><BR>');
x += "kuno";
document.write('x += "kuno"<BR>');
document.write('nilai variabel x = "' + x + '"<BR><BR>');
x = "25" + "30";
document.write('x = "25" + "30"<BR>');
document.write('nilai variabel x = "' + x + '"<BR><BR>');
x = "15" + 7;
document.write('x = "15" + 7<BR>');
document.write('nilai variabel x = "' + x + '"');
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Konversi Tipe Data
Dalam pemrograman java script dimungkinkan untuk melakukan konversi / pengubahan tipe data.
Tipe data yang memungkinkan untuk dikonversi adalah tipe data string ke tipe data numerik.
Ada dua fungsi yang bisa digunakan untuk mengkonversi suatu nilai bertipe data string ke numerik, Fungsi
yang pertama adalah fungsi parseInt() dan fungsi yang kedua adalah fungsi parseFloat().
Fungsi parseInt() digunakan untuk melakukan konversi dari tipe data string ke tipe data numerik berbentuk
bilangan bulat / integer.
Dan fungsi parseFloat() digunakan untuk melakukan konversi dari tipe data string ke tipe data numerik
berbentuk bilangan pecahan / floating point.
fungsi keterangan contoh
parseInt() digunakan untuk konversi dari tipe data string ke
tipe data numerik bilangan bulat / integer
a = “2.5”
x = 3 + parseInt(a);
maka nilai variabel x saat ini adalah 5
parseFloat() digunakan untuk konversi dari tipe data string ke
tipe data numerik bilangan pecahan / floating
point
a = “2.5”
x = 3 + parseFloat(a);
maka nilai variabel x saat ini adalah 5.5
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Konversi Tipe Data</H1>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
var a;
a = 3 + "3.7";
document.write('a = 3 + "3.7"<BR>');
document.write("nilai variabel a = " + a + "<BR><BR>");
a = 3 + parseInt("3.7");
document.write('a = 3 + parseInt("3.7")<BR>');
document.write("nilai variabel a = " + a + "<BR><BR>");
a = 3 + parseFloat("3.7");
document.write('a = 3 + parseFloat("3.7")<BR>');
document.write("nilai variabel a = " + a + "<BR><BR>");
a = parseInt("2.5") + parseInt("3.7");
document.write('a = parseInt("2.5") + parseInt("3.7")<BR>');
document.write("nilai variabel a = " + a + "<BR><BR>");
a = parseFloat("2.5") + parseInt("3.7");
document.write('a = parseFloat("2.5") + parseInt("3.7")<BR>');
document.write("nilai variabel a = " + a + "<BR><BR>");
a = parseFloat("2.5") + parseFloat("3.7");
document.write('a = parseFloat("2.5") + parseFloat("3.7")<BR>');
document.write("nilai variabel a = " + a + "<BR><BR>");
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Mengenal Statemen if
Statemen if digunakan untuk melakukan percabangan dalam melakukan eksekusi sejumlah statement.
Bentuk umum dari statement if yang paling sederhana adalah:
if (kondisi) {
//statementstatement
yang akan dieksekusi bila kondisi benar
}
Statement if tersebut adalah bentuk statement if yang paling sederhana di mana statementstatement
yang
berada di antara penanda kurung kurawal akan dieksekusi apabila kondisi yang dicek menghasilkan nilai true.
Apabila kondisi yang dicek ternyata menghasilkan nilai false, maka statementstatement
yang berada di antara
penanda kurung kurawal tersebut tidak akan dieksekusi.
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Statement if</H1>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
var x = 8;
document.write("nilai variabel x = " + x + "<BR>");
if (x> 0) {
document.write("x adalah bilangan positif");
}
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Mengenal Statement if ... else ....
Statement if ... else ... merupakan pengembangan dari bentuk statement if. Bentuk umum dari statement ini
adalah:
if (kondisi) {
//statementstatement
yang dieksekusi bila kondisi benar
} else {
statementstatement
yang dieksekusi bila kondisi salah
}
Pada statement ini terdapat dua blok kurung kurawal, di mana blok kurung kurawal pertama akan berisi
statementstatement
yang hanya akan dieksekusi apabila kondisi yang dicek menghasilkan nilai true,
sedangkan statemantstatement
pada blok kurung kurawal kedua akan diabaikan.
Apabila ternyata kondisi yang dicek menghasilkan nilai false maka statementstatement
pada blok kurung
kurawal pertama tidak akan dieksekusi melainkan statementstatement
pada kurung kurawal kedua lah yang
akan dieksekusi.
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Statement</H1>
<H1>if ... else ...</H1>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
var x = 11;
document.write("nilai variabel x = " + x + "<BR>");
if (x> 0) {
document.write("x adalah bilangan positif");
} else {
document.write("x adalah bilangan negatif");
}
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Mengenal Statement if ... else if ...
Statement if ... else if ... memungkinkan terjadinya pengecekan kondisi secara berlapis. Berikut ini adalah
bentuk umum dari statement if ... else if ...
if (kondisi1) {
//statementstatement
bila kondisi 1 benar
} else if (kondisi2) {
//statementstatement
bila kondisi 2 benar
} else {
//statementstatement
bila tsemua kondisi salah
}
Bentuk ini juga dikenal sebagai if bertingkat di mana terdapat beberapa kondisi yang akan dicek. Kondisi
kedua hanya akan dicek apabila kondisi pertama bernilai salah, kondisi ketiga juga hanya akan dicek apabila
kondisi pertama dan kedua bernilai salah, demikian seterusnya proses pengecekan kondisi berlangsung sampai
ditemui suatu kondisi yang bernilai benar. Apabila tidak ditemui satu kondisi pun yang bernilai benar maka
yang akan dieksekusi adalah statementstatement
yang berada pada blok else.
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Statement</H1>
<H1>if ... else if ...</H1>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
var x = 11;
document.write("nilai variabel x = " + x + "<BR>");
if (x > 0) {
document.write("x adalah bilangan positif");
} else if (x < 0) {
document.write("x adalah bilangan negatif");
} else {
document.write("x adalah bilangan nol");
}
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Mengenal Statement switch ... case ...
Statement switch ... case ... merupakan suatu bentuk statement alternatif untuk melakukan percabangan.
Statement ini sebenarnya merupakan bentuk ringkas dari statement if ... else if ...
Bentuk umum dari statement switch ... case ... adalah:
switch (variabel) {
case nilai_penguji1: //stamentstatement
pilihan 1
break;
case nilai_penguji2: //stamentstatement
pilihan 2
break;
default : //statementstatement
default
};
Statementstatement
pilihan 1 hanya akan dieksekusi bila didapati nilai variabel yang diuji sama dengan nilai
penguji 1, dan statementstatement
pilihan 2 pun hanya akan dieksekusi bila nilai dari variabel yang diuji sama
dengan nilai penguji 2, demikian seterusnya. Yang perlu diperhatikan di sini adalah di akhir penulisan
statementstatement
pada tiap pilihan harus diakhiri oleh statement break.
Apabila nilai dari variabel yang diuji tidak memiliki kesamaan dengan salah satu sari nilainilai
penguji yang
ada, maka statementstatement
yang akan dieksekusi adalah statementstatement
pada blok default.
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>switch ... case ...</H1>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
var hari = 5;
document.write("nilai variabel hari = " +
hari + "<BR>");
document.write("hari yang dipilih: ");
switch(hari) {
case 1: document.write("senin");
break;
case 2: document.write("selasa");
break;
case 3: document.write("rabu");
break;
case 4: document.write("kamis");
break;
case 5: document.write("jumat");
break;
case 6: document.write("sabtu");
break;
case 7: document.write("minggu");
break;
default: document.write("tidak terdaftar");
};
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Mengenal Operator ... ? ... : ...
Operator ... ? ... : ... digunakan untuk melakukan suatu proses percabangan sederhana. Operator ini biasa
digunakan untuk menyederhanakan statement if ... else ..., hanya saja pada operator ini hanya mampu
menangani satu statement untuk pengecekan kondisi yang menghasilkan nilai true dan satu statement untuk
pengecekan kondisi yang menghasilkan nilai false.
Bentuk umum dari penggunaan operator ... ? ... : ... adalah:
kondisi ? statement_kondisi_true : statement_kondisi_false;
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Operator ... ? ... : ...</H1>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
var x, hasil;
x = 2;
document.write("nilai variabel x = " + x + "<BR>");
hasil = (x>0) ? "positif" : “negatif";
document.write("x adalah bilangan " + hasil);
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Mengenal Statement while
Statement while merupakan salah satu statement yang bisa digunakan untuk melakukan suatu proses
perulangan / looping. Bentuk umum dari statement while adalah:
while (kondisi) {
//statementstatement
yang diulang
}
Statementstatement
yang berada di antara penanda kurung kurawal buka dan kurung kurawal tutup akan
diulang berkalikali
selama kondisi yang dicek menghasilkan nilai true. Proses perulangan akan berakhir ketika
didapati kondisi yang dicek menghasilkan nilai false.
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Statement while ...</H1>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
var a=4;
while(a>1) {
document.write("hello<BR>");
a;
}
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Mengenal Statement do ... while
Selain menggunakan statement while, proses perulangan / looping juga bisa dilakukan dengan menggunakan
statement do ... while. Bentuk umum dari statement do ... while adalah:
do {
//statementstatement
yang diulang
} while (kondisi);
Sedikit berbeda dengan statement while, pada statement do ... while pengecekan kondisi dilakukan di akhir
penanda kurung kurawal. Artinya statementstatement
yang berada di antara penanda kurung kurawal akan
dieksekusi terlebih dahulu baru kemudian dilakukan pengecekkan kondisi. Apabila kondisi yang dicek
menghasilkan nilai true maka statementstatement
tersebut akan dieksekusi kembali secara berulangulang
sampai ditemui hasil pengecekan kondisi yang menghasilkan nilai false.
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Statement do ... while</H1>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
var a=4;
do {
document.write("belajar<BR>");
a;
} while(a>1);
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Mengenal Statement for
Statement for juga merupakan salah satu statement yang bisa digunakan untuk melakukan perulangan /
looping. Bentuk umum dari statement for adalah:
for (inisialisasi; kondisi; penaikan_penurunan) {
//statementstatement
yang diulang
}
Statement for banyak digunakan untuk melakukan perulangan di mana banyaknya jumlah perulangan sudah
diketahui dengan pasti sebelumnya. Ini sialisasi dalam konteks for merupakan proses pemberian nilai awal
pada variabel pencacah. Variabel inilah yang akan selalu diuji nilainya pada bagian pengecekan kondisi.
Apabila hasil pengecekan kondisi bernilai benar maka statementstatement
yang berada di antara kurung
kurawal buka dan kurung kurawal tutup akan dieksekusi. Diakhir aksekusi statementstatement
tersebut, nilai
dari variabel pencacah tersebut akan mengalami proses penaikan ataupun penurunan. Setelah itu variabel ini
akan kembali dicek nilainya di bagian kondisi. Dan apabila didapati hasil true dari proses pengecakan tersebut
maka statementstatement
pada blok kurung kurawal akan kembali diulang. Dan demikian seterusnya proses
perulangan ini berlangsung sampai didapati nilai false dari hasil pengecekan kondisi.
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Statement for</H1>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
var a;
for(a=1;a<7;a++) {
document.write("semangat!!!<BR>");
}
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Mengenal Message Box
Dalam Java Script terdapat tiga macam message box standar, yaitu alert, confirm, dan prompt. Dalam
JavaScript ketiga message box ini merupakan bagian dari objek window.
Alert
Alert digunakan untuk menampilkan pesan / informasi yang sifatnya penting dan mendesak. Misalkan saja
informasi yang menyatakan bahwa suatu halaman web membutuhkan shcokwave player yang terinstal pada
web browser.
Bentuk umum dari message box alert adalah:
window.alert(pesan);
Untuk lebih jelasnya dapat mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>ALERT</H1>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
window.alert("JavaScript memang hebat");
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Confirm
Confirm digunakan untuk meminta konfirmasi dari pengunjung web. Nilai yang mampu ditampung oleh
message box ini adalah nilai true atau false. Kedua nilai ini dihasilkan dari penekanan tombol Ok atau Cancel.
Penekanan tombol Ok akan menghasilkan nilai true sedangkan penekanan tombol Cancel akan menghasilkan
tombol false.
Bentuk umum dari message box confirm adalah:
window.confirm(pertanyaan);
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>CONFIRM</H1>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
var komentar;
komentar = window.confirm("Apakah Anda vegetarian?");
if (komentar) {
document.write("Anda seorang vegetarian");
} else {
document.write("Anda bukan seorang vegetarian");
}
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Prompt
Prompt dapat digunakan untuk menampung nilai yang diinputkan oleh penunjung web.
Bentuk umum dari message box prompt adalah:
window.prompt(pesan, nilai_default);
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>PROMPT</H1>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
var nama;
nama = window.prompt("Masukkan nama Anda", "Mbah Boedy");
document.write("Selamat Datang " + nama);
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Mengenal function
Penggunaan function memungkinkan penulisan suatu kode program secara modular atau yang sering kali
disebut sebagai modular programming. Penulisan function pada JavaScript umumnya diletakkan pada bagian
HEAD dalam dokumen HTML.
Bentuk umum dalam penulisan function adalah:
function nama_function() {
//statementstatement
yang akan dieksekusi oleh function
}
Ketika suatu function ingin digunakan yang perlu dilakukan adalah memanggil nama functionnya.
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
function salam() {
document.write("<H1>Hallo Apa Kabar?</H1>");
}
</SCRIPT>
</HEAD>
<BODY>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
salam();
document.write("Header tersebut dihasilkan dari pemanggilan function salam");
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Suatu function juga bisa melewatkan suatu parameter ketika function tersebut dipanggil.
Bentuk umum penulisannya adalah:
function nama_function(parameter1, parameter2, ...) {
//statementstatement
yang akan dieksekusi oleh function
}
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
function penjumlahan(a, b) {
var c;
c = a + b;
document.write("hasil penjumlahannya = " + c);
}
</SCRIPT>
</HEAD>
<BODY>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
var x, y;
x = 4; y = 7;
document.write("nilai variabel x = " + x + "<BR>");
document.write("nilai variabel y = " + y + "<BR>");
penjumlahan(x, y);
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Suatu function juga bisa menghasilkan suatu nilai ketika function tersebut dipanggil. Untuk menjadikan
function yang dibuat dapat menghasilkan / mengembalikan suatu nilai ketika dipanggil, yang perlu dilakukan
adalah dengan menyertakan kata kunci return di depan nilai yang akan dikembalikan oleh function tersebut.
Berikut ini adalah bentuk umum penulisannya.
function nama_function() {
//statementstatement
yang akan dieksekusi oleh function
return nilai_kembali;
}
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
function perkalian(a, b) {
var c;
c = a * b;
return c;
}
</SCRIPT>
</HEAD>
<BODY>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
var x, y, z;
x = 4; y = 7;
document.write("nilai variabel x = " + x + "<BR>");
document.write("nilai variabel y = " + y + "<BR>");
z = perkalian(x, y);
document.write("x * y = " + z);
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Mengenal Event
Event adalah kejadian yang terjadi pada suatu halaman web. Kejadian ini bisa bermacammacam,
ada kejadian
penekanan tombol, kejadian pengubahan nilai pada textbox, dan bermacammacam
kejadian lainnya.
Kejadiankejadian
tersebut bisa diarahkan untuk memicu pemanggilan suatu function tertentu. Konsep
pemrograman di mana suatu function dipanggil berdasarkan suatu event tertentu dikenal dengan istilah event
handling programming.
Event onClick
Event onClick merupakan kejadian penekanan tombol mouse (click) pada komponen form. Kejadian ini bisa
berupa penekanan tombol, pemilihan checkbox maupun radio button, dan pemilihan suatu link, serta
penekanan tombol submit ataupun reset.
Pengaturan terhadap event ini dilakukan dengan menuliskan atribut onClick pada tag HTML yang
bersangkutan. Atribut ini dapat diberi nilai berupa nama function yang akan dipicu oleh event tersebut.
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
function salam() {
window.alert("Selamat Datang\n" + formku.nama.value);
}
</SCRIPT>
</HEAD>
<BODY>
<FORM NAME="formku">
<TABLE>
<TR><TD>Nama:</TD><TD><INPUT TYPE="TEXT" NAME="nama"></TD></TR>
<TR><TD></TD><TD><INPUT TYPE="BUTTON" VALUE="Proses" onCLick="salam()"></TD></TR>
</TABLE>
</FORM>
</BODY>
</HTML>
Dalam dokument HTML untuk membuat suatu tombol bebas (selain tombol submit dan reset) dapat
menggunakan tag <INPUT> dengan menyertakan atribut TYPE yang diberi nilai BUTTON.
Label pada tombol bisa diatur menggunakan atribut VALUE.
Untuk mengakses nilai yang tertampung dalam suatu komponen, yang perlu dilakukan adalah menyebutkan
nama form tempat komponen tersebut berada, selanjutnya baru sebutkan nama komponennya dan diakhiri
dengan kata kunci value. Penyebutan itu dilakukan dengan menyertakan tanda “.” (titik) sebagai pemisah.
Hal ini berlaku juga ketika JavaScript ingin menempatkan nilai yang dihasilkan ke dalam suatu komponen
dalam form HTML.
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
function penjumlahan(a, b) {
return (a + b);
}f
unction pengurangan(a, b) {
return (ab);
}
function perkalian(a, b) {
return (a * b);
}f
unction pembagian(a, b) {
return (a / b);
}
function sisa_bagi(a, b) {
return (a % b);
}f
unction proses() {
var p, q;
p = parseInt(form_hitung.x.value);
q = parseInt(form_hitung.y.value);
form_hitung.jumlah.value = penjumlahan(p,q);
form_hitung.kurang.value = pengurangan(p,q);
form_hitung.kali.value = perkalian(p,q);
form_hitung.bagi.value = pembagian(p,q);
form_hitung.modulus.value = sisa_bagi(p,q);
}
</SCRIPT>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Kalkulator Sederhana</H1>
<FORM NAME="form_hitung">
<TABLE>
<TR>
<TD>x = </TD>
<TD><INPUT TYPE="TEXT" NAME="x" SIZE="3"></TD>
</TR>
<TR>
<TD>y = </TD>
<TD><INPUT TYPE="TEXT" NAME="y" SIZE="3"></TD>
</TR>
<TR>
<TD>x + y =</TD>
<TD><INPUT TYPE="TEXT" NAME="jumlah" SIZE="3" READONLY></TD>
</TR>
<TR>
<TD>x y
=</TD>
<TD><INPUT TYPE="TEXT" NAME="kurang" SIZE="3" READONLY></TD>
</TR>
<TR>
<TD>x * y =</TD>
<TD><INPUT TYPE="TEXT" NAME="kali" SIZE="3" READONLY></TD>
</TR>
<TR>
<TD>x / y =</TD>
<TD><INPUT TYPE="TEXT" NAME="bagi" SIZE="3" READONLY></TD>
</TR>
<TR>
<TD>x % y =</TD>
<TD><INPUT TYPE="TEXT" NAME="modulus" SIZE="3" READONLY></TD>
</TR>
</TABLE>
<INPUT TYPE="BUTTON" VALUE="Hitung" onClick="proses()">
</FORM>
</BODY>
</HTML>
Atribut READONLY yang terdapat pada suatu textbox menjadikan nilai pada textbox tersebut tidak dapat
diubah lewat halaman web browser.
Selain atribut READONLY terdapat atribut lain yaitu atribut DISABLED yang berfungsi untuk menonaktifkan
suatu komponen form.
Event onLoad dan onUnLoad
Event onLoad berkaitan dengan kejadian pembukaan suatu file dokumen HTML ke dalam web browser
sedangkan event onUnLoad berkaitan dengan kejadian penutupan suatu file dokumen HTML oleh suatu web
browser. Kejadian penutupan file dokumen HTML yang dimaksud di sini bukan hanya penutupan web browser
tetapi lebih mengarah ke pergantian pembukaan file dokumen HTML. Contoh paling nyata dari kejadian ini
adalah ketika terjadi pemilihan link di mana web browser akan menutup file dokumen HTML yang saat ini
sedang dibuka dan kemudian membuka file dokumen HTML yang lain sesuai dengan yang disebutkan pada
atribut HREF pada link yang bersangkutan.
Baik event onLoad maupun event onUnLaod keduanya hanya dapat disertakan sebagai atribut pada tag
<BODY>.
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
nama file: hal1.html
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
function salam() {
window.alert("Selamat Datang");
}
function bye() {
window.alert("Selamat Tinggal");
}
</SCRIPT>
</HEAD>
<BODY onLoad="salam()" onUnload="bye()">
<H1>Mengenal Event onLoad dan onUnLoad</H1>
<A HREF="hal2.html">ke halaman2</A>
</BODY>
</HTML>
nama file: hal2.html
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
function salam() {
window.alert("Selamat Datang di halaman 2");
}
</SCRIPT>
</HEAD>
<BODY onLoad="salam()">
<H1>Halaman 2</H1>
</BODY>
</HTML>
1) Ketika file hal1.html dibuka oleh web browser
2) Ketika web browser ditutup
3) Ketika link dipilih
4) Ketika memasuki hal2.html
Event onFocus dan onBlur
Event onFocus berkaitan dengan kejadian mengarahkan fokus kursor ke suatu komponen form tertentu. Contoh
nyata dari kejadian ini adalah ketika melakukan pemindahan kursor ke dalam suatu textbox baik itu dilakukan
dengan menggunakan bantuan mouse ataupun menggunakan tombol tabulasi pada keyboard.
Sedikit berbeda dengan event onFocus, event onBlur berkaitan dengan kejadian ketika kursor beralih
meninggalkan suatu komponen form tertentu.
Baik event onFocus maupun event onBlur keduanya bisa diimplementasikan pada komponen textbox dan text
area.
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
function fokus_nama() {
window.alert("fokus pada nama");
}f
unction fokus_komentar() {
window.alert("fokus pada komentar");
}
function bye_nama() {
window.alert("meninggalkan nama");
}function bye_komentar() {
window.alert("meninggalkan komentar");
}
</SCRIPT>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Mengenal Event onFocus dan onBlur</H1>
<FORM NAME="formku">
<TABLE>
<TR>
<TD>Nama</TD>
<TD><INPUT TYPE="TEXT" NAME="nama" onFocus="fokus_nama()" onBlur="bye_nama()"></TD>
</TR>
<TR>
<TD>Komentar</TD>
<TD><TEXTAREA NAME="kometar" COLS="20" ROWS="5" onFocus="fokus_komentar()"
onBlur="bye_komentar()"></TEXTAREA></TD>
</TR>
</TABLE>
</FORM>
</BODY>
</HTML>
Event onChange
Event onChange merupakan suatu kejadian pengubahan nilai pada suatu komponen. Contoh nyata dari event
ini adalah pada kejadian pengisian atau pengubahan nilai pada textbox, text area, combo box, dan listbox.
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajadi contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
function ubah_nama() {
window.alert("Nama Anda " + formku.nama.value);
}
function ubah_kota() {
window.alert("Anda berada di kota " + formku.kota.value);
}
</SCRIPT>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Mengenal Event onChange</H1>
<FORM NAME="formku">
<TABLE>
<TR>
<TD>Nama</TD>
<TD><INPUT TYPE="TEXT" NAME="nama" onChange="ubah_nama()"></TD>
</TR>
<TR>
<TD>Kota</TD>
<TD><SELECT NAME="kota" onChange="ubah_kota()">
<OPTION VALUE="Jakarta">Jakarta</OPTION>
<OPTION VALUE="Bandung">Bandung</OPTION>
<OPTION VALUE="Jogja">Yogyakarta</OPTION>
</SELECT></TD>
</TR>
</TABLE>
</FORM>
</BODY>
</HTML>
Setekah melakukan pengubahan pada textbox nama Setelah melakukan pengubahan pada combo box kota
Event onSelect
Event onSelect berkaitan dengan kejadian pemilihan teks pada suatu komponen form seperti pemilihan teks
yang berada pada suatu textbox. Event ini bisa diterapkan pada textbox, textarea, combo box, dan list box.
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
function select_nama() {
window.alert("Anda memilih teks \n pada textbox nama");
}
function select_komentar() {
window.alert("Anda memilih teks \n pada textarea komentar");
}
</SCRIPT>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Mengenal Event onSelect</H1>
<FORM NAME="formku">
<TABLE>
<TR>
<TD>Nama</TD>
<TD><INPUT TYPE="TEXT" NAME="nama" onSelect="select_nama()"></TD>
</TR>
<TR>
<TD>Komentar</TD>
<TD>
<TEXTAREA NAME="komentar" COLS="20" ROWS="5" onSelect="select_kota()">
</TEXTAREA>
</TD>
</TR>
</TABLE>
</FORM>
</BODY>
</HTML>
Event onMouseOver dan onMouseOut
Event onMouseOver dan onMouseOut berkaitan dengan kejadian pergerakan kursor mouse pada suatu link.
Event onMouseOver terjadi ketika kursor mouse berada di atas suatu link sedangakan event onMouseOut
terjadi ketika cursor mouse bergerak meninggalkan suatu link.
Untuk lebih jelasnya bisa mempelajari contoh berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ini Judul</TITLE>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
function dekat() {
window.alert("Cursor Mouse Mendekat");
}f
unction jauh() {
window.alert("Cursor Mouse Menjauh");
}
</SCRIPT>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Mengenal Event onMouseOver dan onMouseOut</H1>
<A HREF="http://ubuntu.com" onMouseOver="dekat()" onMouseOut="jauh()"><IMG SRC="pic1.jpg"></A>
</BODY>
</HTML>
Mengenal Array
Bagi setiap orang yang pernah belajar suatu bahasa pemrograman tertetu pasti pernah mengenal konsep array.
Array sering kali digambarkan sebagai suatu variabel yang mampu menampung banyak nilai oleh kerenanya
sering kali juga dikenal dengan sebutan variabel array.
Deklarasi Array
Dalam JavaScript terdapat dua cara untuk mendeklarasikan suatu array.
Bentuk umum dari cara yang pertama adalah:
var nama_variabel_array = new Array(isi_array);
contoh:
var hobi = new Array(“memancing”,”membaca”,”melukis”,”menyanyi”);
Pada contoh tersebut dideklarasikan suatu variabel array bernama hobi. Varibel aray ini berisi nilainilai
bertipe data String, yaitu “memancing”,”membaca”,”melukis”,dan ”menyanyi”.
Pada cara pendeklarasian seperti ini suatu variabel array akan langsung diberi nilai awal dan ukuran dari
variabel array yang terbentuk akan disesuaikan dengan banyaknya nilai awal yang diisikan.
Bentuk umum dari cara yang kedua adalah:
var nama_variabel_array = new Array(ukuran);
contoh:
var negara = new Array();
Pada cara pendeklarasian kedua seperti di atas akan menghasilkan suatu variabel array bernama negara.
Yang menarik dari array yang dimiliki oleh Java Script adalah ukurannya yang dinamis. Dalam Java Script
seseorang yang ingin membuat suatu array tidak perlu menentukan ukuran array yang akan dibuat. Ukuran
array dalam Java Script akan secara otomatis menyesuaikan dengan jumlah data yang ditampung di dalamnya.
Untuk menyimpan data pada suatu array ataupun untuk mengakses data yang tersimpan di dalam suatu array
dapat dilakukan dengan menyebutkan nama array dan diikuti dengan index tempat data tersebut berada dalam
array yang bersangkutan.
Misalnya pada array negara akan dimasukkan datadata
negara: “indonesia”, “jepang”, “belanda”, dan
“malaysia”, maka dapat dilakukan dengan:
negara[0] = “indonesia”;
negara[1] = “jepang”;
negara[2] = “belanda”;
negara[3] = “malaysia”;
var coba = negara[1];
Pada contoh di atas, array negara dengan index 0 akan berisi data string “indonesia”, dan pada index 2 akan
berisi data string “belanda”.
Variabel coba pada contoh di atas akan berisi data yang dicopykan dari array negara index 1. Dengan kata lain
variabel coba pada contoh di atas akan berisi data string “jepang”.
Kamis, 24 Maret 2011
Form
1. TextBox, Inputan Pasword, Tombol submit dan reset


<html>
<body>
<form>
Nama Lengkap : <input type="text" size="30" maxlength="10" name="fieldNama"value=""/>
</br></br>
Alamat : <input type="text" size="30" maxlength="10" name="fieldAlamat" value=""/>
</br></br>
Password : <input type="password" size="30" maxlength="10" name="fieldpass" value=""/>
</br></br>
<input type="submit" value="Save" />
<input type="reset" value="Clear" />
</form>
</body>
</html>
2. CheckBox, Radio Button, Text Area
<html><form> Daftar Hobby </br>
<input type="checkbox" name="hoby" value="membaca"/>Membaca
<input type="checkbox" name="hoby" value="memancing"/>Memancing
<input type="checkbox" name="hoby" value="renang" checked/>Renang <input type="checkbox" name="hoby" value="memancing"/>Sepak Bola </br></br>
Jenis Kelamin</br><input type="radio" name="jk" value="Laki"/>Pria
<input type="radio" name="jk" value="Perempuan"/>Wanita</br></br>
Komentar :
</br>
<textarea name="Komentar" rows="5" cols="25"></textarea></br></br> </form>
</html> <html>
Membuat combobox</br></br>
Tingkat Pendidikan</br>
<select name="pend">
<option value="sd">SD</option>
<option value="smp">SMP</option>
<option value="sma">SMA</option>
<option value="pt">Perguruaan Tinggi</option>
</select>
</br></br></br></br>
Membuat Listbox</br></br>
Tingkat Pendidikan</br>
<select name="pend"multiple/>
<option value="sd">SD</option>
<option value="smp">SMP</option>
<option value="sma">SMA</option>
<option value="pt">Perguruaan Tinggi</option>
</select>
</html>
Jumat, 18 Maret 2011
FRAME
1. Membuat Frame 1
2. Membuat Frame 2
3. Membuat frame tanpa border
4. Membuat Frame dengan Link
Cara membuat frame adalah dengan mengunakan lebih dari 1 halaman, langkahnya :
- Pertama Kita buat dahulu isi dari frame kita buat 2 halaman, halaman pertama bernama halaman_a.html yang kedua halaman_b.html
----halaman_a.html-----
<html>
<head>
<title>halaman a</title>
</head>
<body>
<h1>ini halaman A</h1>
</body>
</html>
----halaman_b.html-----
<html>
<head>
<title>halaman b</title>
</head>
<body>
<h1>ini halaman B</h1>
</body>
</html>
- Kedua kita buat halaman framenya, kita beri nama frame1.html
-----frame1.html-----
<html>
<head>
<title>latihan frame</title>
</head>
<frameset cols="40%,*">
<frame src="halaman_a.html"/>
<frame src="halaman_b.html"/>
</frameset>
</html>
2. Membuat Frame 2
----halaman_a.html-----
<html>
<head>
<title>halaman a</title>
</head>
<body>
<h1>ini halaman A</h1>
</body>
</html>
----halaman_b.html-----
<html>
<head>
<title>halaman b</title>
</head>
<body>
<h1>ini halaman B</h1>
</body>
</html>
----frame2.html----
<html>
<head>
<title>latihan frame</title>
</head>
<frameset rows="30%,*">
<frame src="halaman_a.html">
<frameset cols="40%,*">
<frame src="halaman_b.html"/>
<frame src="halaman_b.html"/>
</frameset>
</frameset>
</html>
3. Membuat frame tanpa border
- Gunakan halaman_a.html dan halaman_b.html yang tadi untuk membuat ini
<html>
<frameset cols="40%,*" border="0">
<frame src="halaman_a.html">
<frame src="halaman_b.html">
</frameset>
</html>
4. Membuat Frame dengan Link
- Gunakan halaman_a.html dan halaman_b.html yang tadi untuk membuat ini
- Buat lagi halaman baru seperti halaman_a.html kita beri nama halaman_c.html
----frame4.html-----
TABLE
<body>
<table>
<caption> Tabel Keahlian</caption>
<tr><th>Name</th><th>Keahlian</th></tr>
<tr><td>Superman</td><td>Bisa Terbang</td></tr>
<tr><td>Spiderman</td><td>Nempel Dinding</td></tr>
</table>
</body>
</html>
ket.
- tag untuk judul
- tag untuk isi table
- tag untuk isi table headline(nama kolom)
- tag untuk isi-isi tabel
<body>
<table bgcolor="yellow" border="5">
<caption> Tabel Keahlian</caption>
<tr><th>Name</th><th>Keahlian</th></tr>
<tr><td>Superman</td><td>Bisa Terbang</td></tr>
<tr><td>Spiderman</td><td>Nempel Dinding</td></tr>
</table>
</body>
</html>
<body>
<table border="10" cellpadding="10" cellspacing="20">
<caption> Tabel Keahlian</caption>
<tr><th>Name</th><th>Keahlian</th></tr>
<tr><td>Superman</td><td>Bisa Terbang</td></tr>
<tr><td>Spiderman</td><td>Nempel Dinding</td></tr>
</tabel>
</body>
</html>
ket.
- tag untuk memberi jarak antar tabel
- tag untuk memberi jarak spasi antar table
4. Membuat table dengan ukuran yang diinginkan
<html>
<body>
<table border="1" width="300 height="600" align="center">
<caption> Tabel Keahlian</caption>
<tr><th>Name</th><th>Keahlian</th></tr>
<tr><td valign="top">Superman</td><td>Bisa Terbang</td></tr>
<tr><td valign="middle">Spiderman</td><td>Nempel Dinding</td></tr>
</body>
</html>
5. Contoh table lainnya
<html>
<body>
<table border="1">
<caption>DAta Mamalia</caption>
<tr>
<th rowspan="2" colspan="2"> Mamalia <th colspan="3">Jenis Mamalia</th>
</tr>
<tr>
<th> Orang<br/>Utan </th><th>Gajah</th><th>Zebra</th>
</tr>
<tr>
<th rowspan="2">Jenis<br/>Kelamin</th>
<th>Jantan</th>
<td>15</td><td>5</td><td>8</td>
</tr>
<tr>
<th>Betina</th>
<td>25</td><td>7</td><td>10</td>
</tr>
</table>
</body>
</html>
Jumat, 04 Maret 2011
LIST, LINK, HYPERLINK
1.Membuat List
<html>
<body>
BAB 1 dengan UL
<ul>
<li>hello</li>
<li>hello</li>
<li>hello</li>
</ul>
BAB 2 dengan OL
<ol>
<li>hai</li>
<li>hai</li>
<li>hai</li>
</ol>
</body>
</html>
Ket.
- tag <ul> adalah unorderlist digunakan untuk membuat list berupa bullets
- tag <ol> adalah orderlist digunakan untuk membuat list berupa number
- tag<li> sebagai isi
2. List dengan atribut
<html>
<body>
Klarifikasi Hewan dengan UL Circle
<UL type="circle">
<li>mamalia</li>
<li>reptil</li>
<li>amfibi</li>
</UL>
Klarifikasi Hewan dengan UL Square
<UL type="square">
<li>mamalia</li>
<li>reptil</li>
<li>amfibi</li>
</UL>
Klarifikasi Hewan dengan UL Disc
<UL type="disc">
<li>mamalia</li>
<li>reptil</li>
<li>amfibi</li>
</UL>
Klarifikasi Hewan dengan OL type "a"
<OL type="a" start="1">
<li>mamalia</li>
<li>reptil</li>
<li>amfibi</li>
</OL>
Klarifikasi Hewan dengan OL type "A"
<OL type="A" start="4">
<li>mamalia</li>
<li>reptil</li>
<li>amfibi</li>
</OL>
Klarifikasi Hewan dengan OL type romawi "i"
<OL type="i" start="8">
<li>mamalia</li>
<li>reptil</li>
<li>amfibi</li>
</OL>
Klarifikasi Hewan dengan OL type romawi "I"
<OL type="I" start="12">
<li>mamalia</li>
<li>reptil</li>
<li>amfibi</li>
</OL>
Klarifikasi Hewan dengan OL type angka "1"
<OL type="1" start="16">
<li>mamalia</li>
<li>reptil</li>
<li>amfibi</li>
</OL>
</body>
</html>
ket.
- atribut pada tag <ul> hanya type dan berisi square(kotak), circle(lingkaran), disc (bulat penuh)
- atribut pada tag <ol> bertype type(type number apa yang akan kita pakai) dan start(dari angka berapa kita akan mulai)
3. Link and Hyperlink
Langganan:
Postingan (Atom)
















